Just another WordPress.com site

Ilmu Budaya Dasar

Secara garis besar  Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dan sedangkan Ilmu Budaya Dasar dikembangkan pertama kali di indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris, dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian seni dan filsafat. keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa , seni musik dan lain-lain. Sedangkan ilmu budaya dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Tujuan dari Ilmu Budaya Dasar adalah untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji berbagai persoalan budaya serta persoalan yang dihadapi manusia. Selain itu IBD tidak bermaksud menggambarkan disiplin ilmu yang merujuk hanya satu bidang saja, melainkan menggarkan berbagai disiplin ilmu termasuk didalamnya pengetahuan budaya namun demikian, untuk memenuhi tujuan ideal tersebut, IBD dengan sendirinya memberikan harapan kepada kita seperti berikut :
  1. Mengusahakan penajaman dan kepekaat pola pikir kita terhadap lingkungan budaya, sehingga kita lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, terutama untuk kepentingan setiap individu.
  2. Memberikan kesempatan bagi kita semua untuk memperluas wacana tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia maupun berbagai persoalan budaya.
  3. Mengkader kita untuk menjadi individu yang toleran dan tidak terjerumus dalam sifat kedaerahan, fanatisme agama, maupun ras atau golongan. Hal ini karena ruang lingkup pendidikan yang kita rasakan saat ini cenderung membuat setiap manusia berpandangan sempit, mementingkan golongan dan lain sebagainya.
Sedangkan ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar berdasarkan pokok pembahasan yang ada, terdapat 2 permasalahan pokok yang dapat dipertimbangkan dalam ruang lingkup, kedua masalah pokok tersebut adalah :
  1. Aspek kehidupan yang intinya menangani dan mengungkapkan masalah kemanusiaan dan kebudayaan  dengan pendekatan pengetahuan  budaya (The Humanities), dari berbagai macam segi disiplin Ilmu Budaya Dasar IBD atau keahlian maupun ilmu gabungan.
  2. Hakekat manusia yang satu (universal, namun banyak perbedaan-perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lainnya. keanekaragaman tersebut terbentuk akibat adanya perbedaan ruang, tempat, waktu, proses adaptasi, keadaan sosial budaya, lingkungan alam.
Manusia dan Kebudayaan, Manusia sebagai makhluk raga dan jiwa atas dasar tinjauan manusia sebagai makhluk monodualisme, maka pendidikan akan menyelaraskan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan baik kebutuhan jasmani, maupun kebutuhan rohaniah. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan ini dilaksanakan atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut.
Dan manusia sebagai makhluk individu dan sosial manusia hendaknya saling menghargai dan menghormati, saling memenuhi kebutuhannya. dalam hal individu hendaknya diperlakukan oleh  kelompok sebagaimana dia mempermalukannya.
Adapun unsur-unsur kebudayaan yaitu sebagai berikut :
  • Bahasa
  • Sistem pengetahuan
  • Organisasi sosial
  • Sistem peralatan hidup dan teknologi
  • Sistem mata pencaharian hidup
  • Sistem religi
  • Kesenian
Tiap unsure kebudayaan universal sudah tentu juga menjelma dalam ketiga wujud kebudayaan terurai diatas, yaitu wujudnya yang berupa system budaya, berupa system sosial , dan berupa unsur-unsur kebudayaan fisik. Dengan demikian system ekonomi misalnya mempunyai wujud sebagai konsep-konsep, rencana-rencana, kebijaksanaan, adat-istiadat yang berhubungan dengan ekonomi, tetapi mempunyai juga wujudnya yang berupa tindakan-tindakan dan interaksi berpola antara produsen, tengkulak, pedagang, ahli transport, pengecer dengan konsumen. Demikian juga system religi misalnya mempunyai wujudnya sebagai system keyakinan, dan gagasan-gagasan tentang tuhan, dewa-dewa, roh-roh halus, neraka, surga dan sebagain universal lainnya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.